Prosedur Legalisasi di Kementerian Luar Negeri Ternyata Tak Perlu Materai

 

Hari ini, Rabu, 26 April 2017 saya pulang melanjutkan perjuangan saya guna melengkapi dokumen kriteria pernikahan dengan pasangan saya, Jerome Frick. Pukul 09.00 WIB saya memungut dokumen-dokumen saya yang sudah Legalisir ijazah di Kementerian Hukum dan HAM semenjak seminggu lalu, guna dilanjutkan proses legalisirnya di Kementrian Luar Negeri. Ternyata benar, saat saya hingga di sana, ketiga dokumen saya telah dilegalisir oleh Direktur Perdata, Direktorat Hukum Perdata Umum, Kemenkumham.

Selanjutnya, saya bertanya untuk petugas loket yang menyerahkan saya hasil legalisasi tersebut tentang formalitas legalisasi di Kementerian Luar Negeri. Dan ternyata tak serumit laksana saya mengerjakan legalisasi di kementerian Hukum dan HAM, sebab istilahnya etape terberat sudah dilewati di Kemenkumham, seperti contohnya tentang spesimen tanda tangan. Nah, di Kementerian Luar Negeri Spesimen tersebut tak dibutuhkan lagi.

Nah, inilah saya sampaikan sejumlah prosedur yang saya lewati saat melakukan legalisasi di Kementerian Luar Negeri.

1. Membawa hasil surat yang sudah dilegalisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Seperti yang saya ulas minggu lalu, saya melegalisasi tiga dokumen, yakni

1. Surat penjelasan belum menikah yang ditandatangani oleh lurah, camat, dan Kepala Kantor Urusan Agama dan fotokopinya 1 lembar.
2. Surat Kutipan Akta Kelahiran yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Catatan Sipil dan fotokopinya 1 lembar
3. SKCK permohonan visa dari Polda (aku dari Polda Jawa Tengah, karena mukim KTP di Wonogiri).

Nah, hasil legalisasi ketiga dokumen itu ada di unsur belakang dokumen, menyeluruh dengan materai senilai 6.000. Berikut misal lembar legalisasi dokumen SKCK saya dari Kemenkumham

2. Selanjutnya, saya diharuskan untuk memfotokopi ketiga dokumen itu secara bolak balik (karena legalisasi dari Kemenkumham terdapat di unsur belakang). Hasil fotokopi itu nantinya akan dipakai sebagai dokumen dokumentasi di Kementerian Luar Negeri. Bagi berjaga-jaga, saya fotokopi setiap 2 eksemplar bolak-balik per dokumen.

3. Membeli map berwarna kuning. Warna map kuning ini mesti ya teman-teman. We are not allowed to bring another map except yellow.

4. TIDAK PERLU MATERAI. Jadi legalisir di Kemenlu tersebut ga ribet laksana di Kemenkumham. Petugas di sana bilang, telah tidak membutuhkan materai lagi, melulu cap dari Kemenlu telah cukup. Buat pengalaman, saya udah terlanjur beli 6 materai, hanya 3 yang kepake bikin legalisasi di Kemenkumham. So, ga butuh beli materai ya bila legalisir di Kemenlu.

5. Saya masukkan seluruh dokumen yang bakal saya legalisasi beserta kopiannya, diperbanyak 1 eksemplar fotokopi KTP dan 1 eksemplar fotokopi paspor ke dalam map kuning itu dan membawanya langsung ke Kemenlu. Gedung ini tepatnya di sebelah kanan Gedung Pancasila ya, di unsur layanan legalisasi. Gedung ini jadi satu pun dengan gedung imigrasi.

6. Sesampainya di sana, saya diminta guna mengisi eksemplar isian dan menunaikan uang guna proses legalisasi, masing-masing eksemplar Rp 25 ribu. Ini sama laksana yang saya kerjakan di Kemenkumham lalu. Nah, sebab saya mengemukakan tiga dokumen, maka yang mesti saya bayar ialah Rp 75 ribu. Uang itu harus dibayarkan saat tersebut juga melewati rekening Bank Mandiri. Kenapa mesti Bank Mandiri? Karena Bank mandiri ialah satu-satunya Bank yang ditunjuk oleh Kementerian Luar Negeri guna menampung Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari proses legalisasi tersebut. Sama halnya dengan Bank BNI yang ditunjuk oleh Kemenkumham guna menampung PNBP dari legalisasi di Kemenkumham.

Nah, untuk yang punya ATM mandiri, nanti akan dituntun oleh petugas ketenteraman tentang formalitas transfernya. Kalau yang tidak punya simpanan Mandiri tidak boleh khawatir, nanti kamu akan diberi kertas dan tuntunan transfer pembayaran. Bank Mandiri letaknya pun masih di lokasi Kementerian Luar Negeri Kok. Ini misal lembar form pengisiannya.

7. Setelah bukti pembayaran udah diterima, anda bawa lagi bukti pembayaran itu ke unsur legalisasi dokumen tadi. Di sana, bermukim ambil nomor antrean dan tunggu dipanggil nomor antreannya. Saat datang ke loket, petugas akan mengecek dokumen tersebut, kopian dokumen, dan bukti slip pembayaran.

8. petugas bakal memberi tanda terima pendataan dokumen, dan kapan dokumen itu dapat diambil lagi. Nah, guna dokumen yang saya ajukan hari ini, kata petugasnya telah dapat dipungut nanti di hari Jumat, 28 April 2017. Cepat dan Mudah kan? Nanti untuk pemungutan dokumen itu saya tinggal memberikan bukti tanda terima yang dikasih petugas tadi. Pengambilan juga dapat diwakilkan asalkan tanda terima itu dibawa oleh yang mewakilkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *