Lokasi Kerja Yang Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri

 

1. Tempat kerja yang mesti APD I
jual helm proyek NAB aspek Kimia dan Fisika melebihi ketetapan yang berlaku ; di buat, dicoba, dipakai atau digunakan mesin, pesawat, perangkat perkakas, perangkat atau instalasi yang mempunyai resiko yang dapat menyebabkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan ; lokasi yang dikelola asbes, debu dan serat beresiko, api, asap, gas, kotoran, hembusan angin yang keras, dan panas matahari ; di buat, di proses, dipakai dipakai, diperdagangkan, dibawa atau ditabung bahan atau barang yang dapat meledak, gampang terbakar, korosif, beracun, mengakibatkan infeksi, bersuhu tinggi atau bersuhu paling rendah ; ditangani pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran lokasi tinggal, gedung atau bangunan yang lain tergolong bangunan perairan, drainase atau terowongan dibawah tanah dsb atau di mana dilaksanakan pekerjaan persiapan ; dilaksanakan usaha : pertanian, perkebunan, pendahuluan rimba, pengamalan rimba, pemrosesan kayu atau hasil rimba yang lain, peternakan, perikanan ; dilaksanakan usaha kesehatan laksana tempat bermukim sakit, puskesmas, klinik dan service kesehatan kerja.

2. Tempat kerja yang mesti APD II
Dilakukan usaha pertambangan dan pemrosesan mineral dan logam, minyak bumi dan gas alam ; dilaksanakan pengangkutan barang, hewan atau manusia, baik di darat, laut dan hawa ; ditangani bongkar muat barang muatan di pelabuhan laut, bandar hawa, terminal, setasiun kereta api atau gudang ; dilaksanakan penyelaman dan kegiatan lain didalam air ; dilaksanakan pekerjaan di elevasi diatas permukaan tanah ; dilaksanakan pekerjaan dengan tekanan hawa atau suhu dibawah atau diatas normal (berlebihan) ; dilaksanakan pekerjaan yang mempunyai kandungan bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terserang pelantingan benda, terjatuh atau terjerumus, terbenam atau terpelanting ; dilaksanakan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lubang dan ruang tertutup ; dilaksanakan pembuangan atau pembinasaan sampah atau limbah ; dibangkitkan, dirubah, dihimpun, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan listrik, gas, minyak dan air.

3. Tempat kerja yang mesti APD III
Dilakukan pekerjaan di sekitar atau diatas air. Pemakaian perangkat pelindung diri ialah cara sangat akhir ingindalian bahaya setelah format ingindalian tehnis dan administratif telah dilakukan. Pemakaian perangkat pelindung diri cocok dengan potensi bahaya dan type pekerjaan. Berdasar pada identifikasi potensi bahaya, entrepreneur atau pengurus memungut keputusan lokasi kerja wajib menggunakan alat pelindung diri.

Kewajiban Entrepreneur dan Kewajiban dan Hak Pekerja

1. Pengadaan Alat Pelindung Diri
Pengurus mesti sediakan dengan teknik bebrapa hanya, guna tenaga kerja masing-masing orang beda yang masuk lokasi kerja. dengan ketetapan :

• Pada pekerja/buruh yang baru diletakkan.
• Alat pelindung diri yang ada telah kadaluarsa.
• Alat pelindung diri sudah bobrok atau sepatu safety teranyar tidak dapat berperan dengan baik karena dipakai bekerja.
Ada penetapan dan diharuskan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atau Pakar Keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. Penentuan perangkat pelindung diri mesti melibatkan wakil pekerja/buruh. Pengurus mesti sediakan perangkat pelindung diri dalam jumlah yang lumayan dan cocok sama type potensi bahaya dan jumlah pekerja/buruh.

Demikian halnya pekerja mesti untuk menggunakan alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. Wajib mengawal dan mengayomi alat-alat perlindungan diri yang didapatkan, mempunyai hak memohon pada pengurus atau entrepreneur perangkat perlindungan diri yang dibutuhkan dalam mengerjakan pekerjaan. mempunyai hak melafalkan keberatan kerja atau mogok kerja bilamana :

• Tidak ada perangkat pelindung diri yang ideal.
• Menyangsikan kehandalan perangkat pelindung diri yang disiapkan oleh pengurus atau entrepreneur.
• Dilarang menperjualbelikan perangkat pelindung diri yang disiapkan.
• Dilarang ganti perangkat pelindung diri yang disiapkan pengurus atau entrepreneur guna kepentingan bekerja dengan type beda yang bobot dan mutunya tidak setara.
2. Pembinaan
Pengurus mesti tunjukkan dan menjelaskan pada masing-masing tenaga kerja baru tentang alat-alat pelindung diri guna tenaga kerja yang sehubungan melalui program pembinaan perangkat pelindung diri. digarap lewat teknik :

• Pembinaan guna tenaga kerja baru atau yang baru ditaruh ;
• Pembinaan dan pelajaran rutin masing-masing th. ;
Pengurus atau entrepreneur mesti memiliki arsip program pembinaan perangkat pelindung diri.

3. Perawatan
Alat pelindung diri yang sudah dipakai seseorang tenaga kerja tidak dapat digunakan tenaga kerja beda terkecuali bilamana alat pelindung diri sudah dibersihkan. Alat pelindung diri yang terkontaminasi oleh debu atau serat dan bahan kimia mempunyai resiko dilarang guna dibawa pulang. Pengurus mesti sediakan area guna menyimpan khusus guna alat pelindung diri. Pergantian di antara komponen atau seluruh komponen perangkat pelindung diri mesti di ketahui oleh Petugas Penatalaksana Alat Pelindung Diri atau Pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan. Perusahaan mesti memiliki arsip perawatan perangkat pelindung diri.

4. Pembuangan dan pembinasaan
Alat pelindung diri yang rusak, retak atau tidak dapat berperan dengan baik mesti dibuang. Alat pelindung diri yang berakhir saat pakainya (kadaluarsa) dan mempunyai kandungan bahan mempunyai resiko dan beracun (B3), wajib dibumihanguskan sesuai sama kriteria tehnis yang berlaku. Pembuangan dan pembinasaan alat pelindung diri yang mempunyai kandungan bahan mempunyai resiko dan beracun (B3) mesti diperlengkapi dengan berita acara pemusnahan.

5. Aksi Disiplin
Entrepreneur atau pengurus bisa menjatuhkan aksi disiplin pada pekerja/buruh dalam soal pekerja/buruh tidak mau untuk ikuti program pemakaian alat pelindung diri. Sanksi pada pelanggaran disiplin laksana disebut pada ayat (1) diatur dalam Kesepakatan Kerja, Ketentuan Perusahaan atau Kesepakatan Kerja Berbarengan.

6. Penunjukan Petugas Penatalaksana Alat Pelindung Diri
Petugas Penatalaksana Alat Pelindung Diri memiliki keharusan :

• Melakukan identifikasi kebutuhan dan prasyarat perangkat pelindung diri.
• Melakukan penentuan perangkat pelindung diri yang cocok sama type bahaya dan keperluan/kenyamanan pekerja/buruh.
• Membuat program kursus perangkat pelindung diri.
• Melakukan penatalaksanaan perawatan dan penyimpanan perangkat pelindung diri.
• Melakukan inspeksi perangkat pelindung diri ditempat kerja ;
• Melakukan penatalaksanaan pengasingan atau pembinasaan ;
• Melakukan pelajari efektifitas pemakaian alat pelindung diri ;
• Bikin laporan tatalaksana Alat Pelindung Diri.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *